Mengamati Permainan Timnas Indonesia di berbagai kejuaraan dalam 20 Tahun terakhir, secara jujur harus diakui bahwa Timnas Merah Putih tidak memiliki Bekal yang cukup untuk meraih prestasi; bahkan untuk kejuaraan di level Asia Tenggara.
Inilah kenapa Timnas selalu menyuguhkan permainan tanpa harapan, dan kalaupun sesekali meraih kemenangan - itu tidak lebih dari sekedar faktor keberuntungan akibat kesalahan lawan dan bukan karena kerjasama pemain yang rapih. Dengan begitu, sulit mengharapkan Timnas bermain konsisten di sebuah kejuaraan; sebagai syarat menjadi Juara.
Adapun Bekal yang tidak dimiliki Timnas adalah 2 (dua) Aspek Vital yang merupakan Tuntutan Sepakbola Modern. Selama itu tidak dimiliki, jangan pernah berharap bahwa Timnas akan membawa pulang kemenangan apalagi Piala.
Apa saja kedua Aspek Vital yang tidak dimiliki Timnas?
- Ciri Permainan khas; ini perlu diadakan lewat sebuah Manajemen Sumberdaya Pemain; setelah itu asah secara terus menerus dan konsisten.
- Mental Bertanding /Juara; ini perlu dibenahi dengan Strategi jitu karena sejujurnya sangat sulit mendongkrak Mental Bertanding Pemain Indonesia yang akrab dengan kekalahan dalam kurun waktu lama.
Berdasarkan 2 (dua) Aspek Vital di atas, menjadi jelas sekarang bahwa:
- Kekalahan demi kekalahan Timnas selama ini karena tidak memiliki “Ciri Permainan khas yang terasah”.
- Kegagalan Timnas selama ini karena pemainnya tidak memiliki “Mental Bertanding yang cukup”.
Supaya Timnas segera bangkit dan berprestasi kembali, maka: Rumuskan segera Ciri Permainan khas yang paling sesuai lalu Jalankan saat ini juga; kemudian benahi Mental Bertanding Pemain dengan Strategi jitu.
Karena itu akarnya, Tuntutan masyarakat supaya Nurdin Halid mundur menjadi kurang tepat karena bukan itu masalahnya; begitu juga Hasil Kongres Tahunan PSSI 2010 untuk memfokuskan pembinaan usia dini; juga tidak tepat karena tidak menjawab Akar Kegagalan Timnas sebenarnya.
Anda boleh tidak setuju dengan 2 (dua) Akar Kegagalan Timnas di atas, tetapi nanti akan kami tunjukkan bahwa kedua hal itu begitu Vitalnya dalam sepakbola Modern seperti sekarang ini.
Seandainya PSSI tidak membenahi kedua aspek itu dengan segera, dengan berat hati sayapun harus menghimbau Pencinta sepakbola Tanah Air untuk berhenti berharap Timnas berprestasi.
Bila PSSI fokus membenahi ke-2 aspek vital itu, sayapun tidak ragu untuk mengatakan bahwa Timnas akan menunjukkan Perubahan besar di tahun ini, lewat sebuah permainan yang memberi harapan; bahkan tidak mungkin akan mencetak prestasi pertamanya.
Mengapa saya begitu yakin? ikuti pembahasan Vitalnya kedua Aspek tersebut di atas.
Baca terus posting berikutnya:
Vitalnya sebuah Ciri Permainan khas bagi Timnas

Karena itu akarnya, Tuntutan masyarakat supaya Nurdin Halid mundur menjadi kurang tepat karena bukan itu masalahnya; begitu juga Hasil Kongres Tahunan PSSI 2010 untuk memfokuskan pembinaan usia dini; juga tidak tepat karena tidak menjawab Akar Kegagalan Timnas sebenarnya.
Anda boleh tidak setuju dengan 2 (dua) Akar Kegagalan Timnas di atas, tetapi nanti akan kami tunjukkan bahwa kedua hal itu begitu Vitalnya dalam sepakbola Modern seperti sekarang ini.
Seandainya PSSI tidak membenahi kedua aspek itu dengan segera, dengan berat hati sayapun harus menghimbau Pencinta sepakbola Tanah Air untuk berhenti berharap Timnas berprestasi.
Bila PSSI fokus membenahi ke-2 aspek vital itu, sayapun tidak ragu untuk mengatakan bahwa Timnas akan menunjukkan Perubahan besar di tahun ini, lewat sebuah permainan yang memberi harapan; bahkan tidak mungkin akan mencetak prestasi pertamanya.
Mengapa saya begitu yakin? ikuti pembahasan Vitalnya kedua Aspek tersebut di atas.
Baca terus posting berikutnya:
Vitalnya sebuah Ciri Permainan khas bagi Timnas




0 Comments Received
Leave A Reply